Rabu, 01 Mei 2013
Macam – macam Pestisida Nabati/Alami
1. Pestisida Nabati “Daun Pepaya”
Daun pepaya mengandung bahan aktif “Papain”, sehingga efektif untuk mengendalikan “ulat dan hama penghisap”.
Cara Pembuatannya:
- 1 kg daun pepaya segar di rajang
- Hasil rajangan di rendam dalam 10 liter air, 2 sendok makan minyak tanah, 30 gr detergen, diamkan semalam.
- Saring larutan hasil perendaman dengan kain halus.
- Semprotkan larutan hasil saringan ke tanaman.
2. Pestisida Nabati “Biji Jarak”
Biji Jarak mengandung “Reisin dan Alkaloit” , efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap (dalam bentuk larutan ), Juga efektif untuk mengendalikan nematoda/cacing (dalam bentuk serbuk).
Cara Pembuatannya:
- Tumbuk 1 biji jarak dan panaskan selama 10 menit dalam air 2 liter, tambahkan 2 sendok makan minyak tanah dan 50 gr deterjen lalu diaduk.
- Saring larutan hasil perendaman, tambahkan air kembali 10 liter.
- Siap dipergunakan dengan cara di semprot kan ke tanaman.
3. Pestisida Nabati ” Daun Sirsak “
Daun sirsak mengandung bahan aktif “Annonain dan Resin “. Efektif untuk mengendalikan hama ” Trip “
Cara Pembuatan :
- Tumbuk halus 50 – 100 lembar daun sirsak.
- Rendam dalam 5 liter air, + 15 gr detergen, aduk rata dan diamkan semalam.
- Saring dengan kain halus
- Dicairkan kembali 1 liter larutan pestisida dengan 10 – 15 liter air
- Siap disemprotkan ke tanaman.
4. Pestisida Nabati ” Daun Sirsak dan Jeringau “
Rimpang jeringau mengandung ” Arosone, Kalomenol, Kalomen, Kalomeone, Metil eugenol, Eugenol “.
Efektif untuk mengendalikan ” hama wereng coklat “.
Cara Pembuatan:
- Tumbuk halus segenggam daun sirsak , segenggam rimpang jeringau, 20 siung bawang putih.
- Rendam dalam air sebanyak 20 liter, di + 20 gr sabun colek, aduk rata dan di biarkan semalam.
- Saring dengan kain halus.
- Encer kan 1liter pestisida dengan 50 -60 liter air
- siap di semprotkan ke tanaman.
5. Pestisida Nabati ” Pacar Cina “
Pacar Cina mengandung minyak atsiri, alkaloid, saponin, flavonoin, dan tanin. Efektif untuk mengendalikan ” Hama ulat “.
Cara Pembuatan:
- Tumbuk 50 -100 gr ranting atau kulit batang pacar cina, tambah 1 liter air, tambah 1 gr detergen kemudian direbus selama 45-75 menit dan diaduk agar menjadi larutan.
- saring dengan kain halus.
- siap disemprotkan ke tanaman.
6. Pestisida Nabati ” Rendaman Daun Tembakau “
Daun tembakau mengandung nikotin. Efektif untuk mengendalikan hama penghisap.
Cara Pembuatan :
- Rajang 250 gr ( sekitar 4 daun ) tembakau dan direndam dalam 8 liter air selama semalam.
- Tambahkan 2 sendok detergen, aduk merata kemudian disaring.
- Siap disemprotkan ke tanaman.
7. Pestisida Nabati ” Daun Sirih Hutan “
Daun sirih hutan mengandung ” fenol dan kavokol “. Efektif untuk hama penghisap.
Cara Pembuatan:
- Tumbuk halus 1 kg daun sirih hutan segar, 3 siung bawang merah, 5 batang serai.
- Tambahkan air 8 – 10 liter air, 50 gr deterjen dan diaduk rata.
- Saring dengan kain halus
- Siap disemprotkan ke tanaman.
8. Pestisida Nabati ” Umbi Gadung “
Umbi gadung mengandung diosgenin, steroid saponin, alkohol dan fenol. Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap.
Cara Pembuatan :
- Tumbuk halus 500 gr umbi gadung dan peras dengan batuan katong kain halus.
- Tambahkan 10 liter air , aduk rata dan siap di semprotkan ke tanaman.
9. Pestisida Nabati ” Daun Mimba “
Daun mimba mengandung Azadirachtin, salanin, nimbinen dan meliantriol. Efektif mengendalikan ulat, hama penghisap, jamur, bakteri, nematoda dll.
Cara pembuatan
a. Dengan ” Biji Mimba “
- Tumbuk halus 200 -300 gr biji mimba
- rendam dalam 10 liter air semalam
- Aduk rata dan saring, siap disemprotkan ketanaman.
b. Dengan ” Daun Mimba “
- Tumbuk halus 1 kg daun mimba kering bisa juga dengan daun segar.
- Rendam dalam 10 liter air semalam, aduk rata , saring dan siap untuk disemprotkan ke tanaman.
c. Untuk mengendalikan ” nematoda puru akar ” pada tanaman tembakau lakukan 15 -30 gr daun mimba kering atau 5 -10 gr biji mimba ditumbuk halus, kemudian diberikan untuk setiap lubang tanaman tembakau.
d. Untuk mengendalikan ” Jamur Fusarium dan Sclerotium “. sebanyak 2 -6 gr biji mimba ditumbuk lalu rendam selama 3 hari dengan air 1 liter. Lalu disaring dan siap di semprotkan ke tanaman.
10. Pestisida Nabati ” Srikaya dan Nona Seberang “
Srikaya dan nona seberang mengandung annonain dan resin. Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama pengisap.
Cara Pembuatan
- Tumbuk hingga halus 15 -25 gr biji srikaya/nona seberang
- Rendam dalam 1 liter air, 1gr deterjen , aduk rata dan biarkan 1 malam, kemudian saring dan siap disemprotkan ketanaman.
11. Pestisida Nabati “ Daun Gamal “
Daun gamal mengandung Tanin. Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap. Daun gamal bila ditambah dengan minyak tanah dan detergen akan dapat dipakai sebagai insektisida. Penggunaan nya harus hati2 karena dengan adanya minyak tanah mengakibatkan tanaman terbakar dan bau bila mendekati panen.
12. Pestisida Nabati ” Daun Mimba dan Umbi Gadung “.
Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap.
Cara Pembuatan
- Tumbuk halus 1kg daun mimba dan 2 buah umbi gadung racun, ditambah 20 liter air, 10 gr detergen dan aduk rata kemudian diamkan semalam, saring dan siap untuk di semprotkan ke tanaman.
13. Pestisida Nabati “Serbuk Bunga Piretrum “
Serbuk bunga piretrum mengandung bahan “Piretrin “. Efektif untuk mengendalikan ulat.
Cara Pembuatan
- Rendan serbuk bunga piretrum sebanyak 25 gr dalam 10 liter air
- tambah 10 gr detergen, aduk rata dan biarkan semalam kemudian disaring dan siap disemprotkan ke tanaman.
/ Category: ORGANIK
Penggunaan pestisida buatan yang
memakai bahan kimia
memang berbahaya bagi manusia. Kita
sering merasa
waswas bila anak kita akan bisa
menjangkaunya. Nah,
semoga artikel tentang pembuatan
pestisida alami ini
dapat membantu memecahkan persoalan
Anda (petani)
dalam melindungi kebun (lahan
pertanian) sekaligus
keluarga.
Mimba (Azadiracta indica)
Cara pembuatannya dapat dilakukan
dengan mengambil 2
genggam bijinya, kemudian ditumbuk.
Campur dengan 1
liter air, kemudian diaduk sampai
rata. Biarkan
selama 12 jam, kemudian disaring.
Bahan saringan
tersebut merupakan bahan aktif yang
penggunaannya
harus ditambah dengan air sebagai
pengencer.
Cara lainnya adalah dengan
menggunakan daunnya
sebanyak 1 kg yang direbus dengan 5
liter air.
Rebusan ini diamkan selama 12 jam,
kemudian saring.
Air saringannya merupakan bahan pestisida
alami yang
dapat digunakan sebagai pengendali
berbagai hama
tanaman.
Tembakau (Nicotium tabacum)
Tembakau diambil batang atau daunnya
untuk digunakan
sebagai bahan pestisida alami.
Caranya rendam batang
atau daun tembakau selama 3 - 4
hari, atau bisa juga
dengan direbus selama 15 menit.
Kemudian biarkan
dingin lalu saring. Air hasil
saringan ini bisa
digunakan untuk mengusir berbagai
jenis hama tanaman.
Tuba, Jenu (Derriseleptica)
Bahan yang digunakan bisa dari akar
dan kulit kayu.
Caranya dengan menumbuk bahan
tersebut sampai
betul-betul hancur. Kemudian campur
dengan air untuk
dibuat ekstrak. Campur setiap 6
(enam) sendok makan
ekstrak tersebut dengan 3 liter air.
Campuran ini
bisa digunakan untuk mengendalikan
berbagai jenis hama
tanaman.
Temu-temuan (Temu Hitam, Kencur,
Kunyit)
Bahan diambil dari rimpangnya, yang
kemudian ditumbuk
halus dengan dicampur urine (air
kencing) sapi.
Campuran ini diencerkan dengan air
dengan perbandingan
1 : 2 - 6 liter. Gunakan untuk
mengendalikan berbagai
jenis serangga penyerang tanaman.
Kucai (Allium schonaoresum)
Kalau menggunakan kucai, cara
meramunya adalah dengan
menyeduhnya, yang kemudian
didinginkan. Kemudian
saring. Air saringannya ini mampu
untuk memberantas
hama yang biasanya menyerang tanaman
mentimun.
Bunga Camomil (Chamaemelum spp)
Bunga yang sudah kering diseduh,
kemudian dinginkan
dan saring. Gunakan air saringan
tersebut untuk
mencegah damping off atau penyakit
rebah.
Bawang Putih (Allium sativum)
Bawang putih, begitu juga dengan
bawang bombai dan
cabai, digiling, tambahkan air
sedikit, dan kemudian
diamkan sekitar 1 jam. Lalu berikan
1 sendok makan
deterjen, aduk sampai rata, dan
kemudian ditutup.
Simpan di tempat yang dingin selama
7 - 10 hari. Bila
ingin menggunakannya, campur ekstrak
tersebut dengan
air. Campuran ini berguna untuk
membasmi berbagai
hama tanaman, khususnya
hortikultura.
Abu Kayu
Abu sisa bakaran kayu ditaburkan di
sekeliling
perakaran tanaman bawang bombay, kol
atau lobak denga
tujuan untuk mengendalikan root
maggot. Abu kayu ini
bisa juga untuk mengendalikan
serangan siput dan ulat
grayak. Caranya, taburkan di
sekeliling parit
tanaman.
Mint (Menta spp)
Daun mint dicampur dengan cabai,
bawang daun dan
tembakau. Kemudian giling sampai
halus untuk diambil
ekstraknya. Ekstrak ini dicampur
dengan air
secukupnya. Dari ekstrak tersebut
bisa digunakan
untuk memberantas berbagai hama yang
menyerang
tanaman.
Kembang Kenikir (Tagetes spp)
Ambil daunnya 2 genggam, kemudian
campur dengan 3
siung bawang putih, 2 cabai kecil
dan 3 bawang
bombay. Dari ketiga bahan tersebut
dimasak dengan air
lalu didinginkan. Kemudian tambahkan
4 - 5 bagian
air, aduk kemudian saring. Air
saringan tersebut
dapat digunakan untuk membasmi
berbagai hama tanaman.
Cabai Merah (Capsium annum)
Cara pembuatannya dengan
mengeringkan cabai yang basah
dulu. Kemudian giling sampai menjadi
tepung. Tepung
cabai tersebut kalau dicampur dengan
air dapat
digunakan untuk membasmi hama
tanaman.
Sedudu
Sedudu (sejenis tanaman patah
tulang) diambil
getahnya. Getah ini bisa dimanfaatkan
untuk
mengendalikan berbagai hama tanaman.
Kemanggi (Ocimum sanetu)
Cara pembuatannya: kumpulkan daun
kemangi segar,
kemudian keringkan. Setelah kering,
baru direbus
sampai mendidih, lalu didinginkan
dan disaring. Hasil
saringan ini bisa digunakan sebagai
pestisida alami.
Dringgo (Acarus calamus)
Akar dringgo dihancurkan sampai
halus (menjadi
tepung), kemudian dicampur dengan
air secukupnya.
Campuran antara tepung dan air
tersebut dapat
digunakan sebagai bahan pembasmi
serangga.
Tembelekan (Lantara camara)
daun dan cabang tembelekan
dikeringkan lalu dibakar.
Abunya dicampur air dan dipercikkan
ke tanaman yang
terserang hama, baik yang berupa
kumbang maupun
pengerek daun.
Rumput Mala (Artimista vulgaris)
Caranya bakar tangkai yang kering
dari rumput
tersebut. Kemudian manfaatkan asap
ini untuk
mengendalikan hama yang menyerang
suatu tanaman.
Tomat (Lycopersicum eskulentum)
Gunakan batang dan daun tomat, dan
dididihkan.
Kemudian biarkan dingin lalu saring.
Air dari
saringan ini bisa digunakan untuk mengendalikan
berbagai hama tanaman.
Gamal (Gliricidia sepium)
Daun dan batang gamal ditumbuk, beri
sedikit air lalu
ambil ekstraknya. Ekstrak daun segar
ini dan batang
gamal ini dapat digunakan untuk
mengendalikan berbagai
jenis hama tanaman, khususnya jenis
serangga.
Bunga Mentega (Nerium indicum)
Gunakan daun dan kulit kayu mentega
dan rendamlah
dalam air biasa selama kurang lebih
1 jam, kemudian
disaring. Dari hasil saringan tadi
dapat digunakan
untuk mengusir semut.
Minggu, 02 Mei 2010





1. Extended USB kabel
2. Wajan atau penutup panci. (Saya menggunakan penutup panci, karena lebih ringan).
3. USB WiFi
4. 3 "PVC pipa Anda memerlukan setidaknya 1m.. (Tergantung ukuran wajan Anda)
5. 1,25 "pipa PVC. Anda perlu sedikit itu, setidaknya 5" panjang. Potong bagian tengah (seperti dalam gambar)
6. Doff 3 "pipa (doff = pipa penutup, berlubang di tengah. Salah satu dari mereka tersambung ke 1,25" doff menggunakan sekrup)
7. Doff untuk 1,25 "pipa (tongkat aluminium foil kemudian lubang di dalam dan tengah, yang lain tidak perlu bersembunyi)
8. Aluminium foil
9. Bor
SEMOGA BERMANFAAT BUAT YANG MENERAPKAN ..
THANK'S
EDY TRIAS
Sabtu, 01 Mei 2010
Terimah kasih sebelumnya buat yang memberikan info berharga ini kepada saya ..
Dan sekarang saya akan beberikan info ini buat kalian semua yang suka memakai layanan internet yang berbasih Hotspot ..
anda tak usah bingung karena lantaran signal wifi anda tak dapat menjangkau karena jarak yang ccukup jauh .. dan saya telah membuktikan sendiri bahwa alat ini berfungsi cukup baik ..
jarak dari pemancar hotspot di daerah saya cukup berkisar kurang lebih 200 meter .. namun dengan memakai perangkat yang cukup sederhana ini bisa menikmati layanan internet tersebut .. bagaimana dengan bentuk dan cara perakitan saya akan jelaskan dari yang pernah menulis buku ini ..
Thank's Buat ( NOESPATI )
NB : namun saya mengganti peralatan yang di sarankan dengan memakai WARELLES ANTENA ( PROLINK ) DAN DI MASUKKAN KE DALAM KALENG TERSEBUT ...
Semoga berguna dan berhasil
EDY TRIAS
Jumat, 30 April 2010
Hal yang paling penting dalam proses pertumbuhan pohon adalah pupuk. Pohon diibaratkan sebuah tubuh. Pupuk yakni kandungan gizi yang sangat dibutuhkan. Di alam zat ini banyak, tersedia. Bercampur dan sisa-sisa organisme yang mati dari tanaman atau hewan.
Dalam sistem pertanian konvensional, zat pengguna yang sering dipakai adalah jenis urea serta yang dikenal dengan nama TSF. Jenis itu dibuat secara besar-besaran dan dikeluarkan oleh perusahaan resmi. Kandungannya tentu saja mempunyaizat-zat kimia buatan.
Ada cara yang mudah untuk membuat pupuk di rumah, ketimbang membeli pupuk keluaran pabrik di toko pertanian. Dalam dunia PO ada dua macarn pupuk alami, dikenal dengan nama pupuk kandang dan pupuk kompos.
Pupuk kandang diperoleh dari kotoran hewan yang telah kering dan tidak berbau. Penggunaan dapat dicampur dengan tanah dengan ukuran yang seimbang.
”Sebaiknya jangan menggunakan kotoran anjing atau kucing untuk membuat pupuk kandang,” pesan Edi Junaedi, insinyur pertanahan dari KONPHALINDO. Kotoran yang berasal dari binatang pemakan tumbuhan lebih banyak kandungan ”gizi” bagi tanah dan tanaman. Mengandung unsur hara yang sangat diperlukan dalam proses pertumbuhan.
Bahan pernbuat pupuk kompos banyak terdapat di sekitar rumah. Limbah dapur seperti sisa potongan sayuran, kulit buah-buahan atau dedaunan kering amat baik untuk digunakan.
Masukkan potongan-potongan ini ke dalam sebuah lubang. Dapat juga dipakai tong besar atau drum bekas. Kernudian timbun dengan tanah. Aduk timbunan sesering mungkin untuk mempercepat proses pembusukan. Diamkan selama lebih kurang 40 hari. Bila tanah terlihat hitam dan gembur, siap digunakan. Media tanam ini dicampur dengan pasir, tanah, serta kompos dengan perbandingan 1:1: l.
Cara sederhana yaitu dengan sistem heap (timbun). Pola ini tidak perlu menguburnya di dalam lubang tanah. Cukup sediakan wadah besar seperti drum. Berilah pasir pada bagian yang paling bawah. Kemudian tanah gembur di atasnya.
Masukkan bahan-bahan organik pernbuat kompos setelah itu. Bila ada, lumuri dengan kotoran hewan. Lalu taburi gerusan kapur halus secukupnya. Taruh kernbali bahan-bahan serupa sesuai urutan. Dengan takaran yang sama, kecuali kapur.
”Untuk menambah unsur yangdiperlukan seperti nitrogen, dipakai air seni. Hal ini hampir serupa dengan zat yang terkandung dalam pupuk urea,” kata Edi. J, pendamping petani organik di Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri, Pancoran Mas, Depok. Pemberian air kencing itu banyak dilakukan oleh petani-petani organik di Jawa tengah. Mereka mengumpulkan air kotor itu dan hewan ternaknya seperti sapi atau kerbau. Kemudian disemprotkan pada lahan pertaniannya. ”Air seni dari manusia pun dapat digunakan,” imbuh alumnus Universitas Padjajaran Bandung itu.
Campuran lain dapat pula ditambahkan dalam proses pernbuatan kompos, sekam, jerami, atau serbuk gergaji sangat baik sekali digunakan. Kumpulan dedaunan yang rontok di halaman belakang rumah juga bisa dipakai. Daripada dibakar, jadikan saja kompos.Gampangkan!
Dalam sistem pertanian konvensional, zat pengguna yang sering dipakai adalah jenis urea serta yang dikenal dengan nama TSF. Jenis itu dibuat secara besar-besaran dan dikeluarkan oleh perusahaan resmi. Kandungannya tentu saja mempunyaizat-zat kimia buatan.
Ada cara yang mudah untuk membuat pupuk di rumah, ketimbang membeli pupuk keluaran pabrik di toko pertanian. Dalam dunia PO ada dua macarn pupuk alami, dikenal dengan nama pupuk kandang dan pupuk kompos.
Pupuk kandang diperoleh dari kotoran hewan yang telah kering dan tidak berbau. Penggunaan dapat dicampur dengan tanah dengan ukuran yang seimbang.
”Sebaiknya jangan menggunakan kotoran anjing atau kucing untuk membuat pupuk kandang,” pesan Edi Junaedi, insinyur pertanahan dari KONPHALINDO. Kotoran yang berasal dari binatang pemakan tumbuhan lebih banyak kandungan ”gizi” bagi tanah dan tanaman. Mengandung unsur hara yang sangat diperlukan dalam proses pertumbuhan.
Bahan pernbuat pupuk kompos banyak terdapat di sekitar rumah. Limbah dapur seperti sisa potongan sayuran, kulit buah-buahan atau dedaunan kering amat baik untuk digunakan.
Masukkan potongan-potongan ini ke dalam sebuah lubang. Dapat juga dipakai tong besar atau drum bekas. Kernudian timbun dengan tanah. Aduk timbunan sesering mungkin untuk mempercepat proses pembusukan. Diamkan selama lebih kurang 40 hari. Bila tanah terlihat hitam dan gembur, siap digunakan. Media tanam ini dicampur dengan pasir, tanah, serta kompos dengan perbandingan 1:1: l.
Cara sederhana yaitu dengan sistem heap (timbun). Pola ini tidak perlu menguburnya di dalam lubang tanah. Cukup sediakan wadah besar seperti drum. Berilah pasir pada bagian yang paling bawah. Kemudian tanah gembur di atasnya.
Masukkan bahan-bahan organik pernbuat kompos setelah itu. Bila ada, lumuri dengan kotoran hewan. Lalu taburi gerusan kapur halus secukupnya. Taruh kernbali bahan-bahan serupa sesuai urutan. Dengan takaran yang sama, kecuali kapur.
”Untuk menambah unsur yangdiperlukan seperti nitrogen, dipakai air seni. Hal ini hampir serupa dengan zat yang terkandung dalam pupuk urea,” kata Edi. J, pendamping petani organik di Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri, Pancoran Mas, Depok. Pemberian air kencing itu banyak dilakukan oleh petani-petani organik di Jawa tengah. Mereka mengumpulkan air kotor itu dan hewan ternaknya seperti sapi atau kerbau. Kemudian disemprotkan pada lahan pertaniannya. ”Air seni dari manusia pun dapat digunakan,” imbuh alumnus Universitas Padjajaran Bandung itu.
Campuran lain dapat pula ditambahkan dalam proses pernbuatan kompos, sekam, jerami, atau serbuk gergaji sangat baik sekali digunakan. Kumpulan dedaunan yang rontok di halaman belakang rumah juga bisa dipakai. Daripada dibakar, jadikan saja kompos.Gampangkan!
Kamis, 29 April 2010

Jika kita memotong pohon untuk kayu yang masih muda, biasanya akan mendapatkan kayu yang muda juga. kayuwarnanya terlihat putih. Tidak kelihatan tua. Harga jualnya pun pasti tidak akan sebesar kayu yang tua. atau jika ada pemborong yang ingin mendapatkan kayu yang kelihatan tua tetapi dengan harga yang murah, biasanya si tukang kayu akan memberi kayu yang memang kualitasnya tidak sebagus yang tua tetapi nampak tua. nah kalau terjadi seperti ini, biasanya para tukang kayu sering ngakalin “nakal dikit”. mereka biasa membuat “Nampak” Tua pada kayu. kira-kira apa yang mereka lakukan ya..? kalau dari penelusuran kepada tukang kayu, biasanya memakai trik “ngakalin” tersebut dengan cara memoles kayu dengan cairan kimia seperti soda api atau NaOH atau Natrium Hidroksida. pemolesan kayu dengan NaOH, sekilas memang akan menghitamkan kayu yang muda menjadi nampak tua. Cara ini umum dilakukan oleh para tukang kayu.
NaOH adalah termasuk basa keras, jika direaksikan dengan air, maka dia akan mengeluarkan panas. Aplikasi NaOH sangat banyak dilapangan. bisa untuk bahan sabun, katalis dan lain-lain. atau cara yang umum biasanya untuk memecah sumbatan pada saluran pembuangan. sumbatan yang terdiri dari kotoran biasanya akan hancur terkena NaOH.
Nah, sekarang bagaimana dengan NaOH jika digunakan untuk kayu..?
NaOH yang dilarutkan dalam air, maka akan mencair dan menimbulkan panas. Lalu jika dipoleskan ke dalam Kayu, menyerap ke dalam kayu, maka kayu akan terlihat menghitam setelah mengering. ada proses pemasakan pada kayu. Berhasil sudah cara penuaan pada kayu.
Nah, itu cara penuaan kayu secara kimia. Lalu ada gak kira-kira cara yang lain yang menggunakan bahan organik atau alami. yang tentunya memiliki keuntungan yang lebih. Aman, Alami, dan punya efek pengawetan.
Jawabannnya ada.
Asap Cair yang adalah jawaban yang tepat. Asap cair yang diperoleh dari arang batok kelapa, ternyata juga bisa menggantikan fungsi NaOH. lebih alami, aman dan ada efek pengawetan pada kayu.
Dengan menggunakan asap cair grade 3, dan dengan dicampur dengan spirtus, kayu-kayu sengon yang terlihat putih setelah dioleh oleh asap cair, terlihat tua. hal itu telah dipraktekkan oleh pengrajin-pengrajin kayu untuk mainan. hasilnya bagus.
asap cair memiliki fungsi anti rayap, sehingga jika digunakan dapat menghindari dari serangan rayap yang dapat mengurangi umur pada kayu.
so… silahkan buktikan sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)

