Rabu, 01 Mei 2013
/ Category: ORGANIK
Penggunaan pestisida buatan yang
memakai bahan kimia
memang berbahaya bagi manusia. Kita
sering merasa
waswas bila anak kita akan bisa
menjangkaunya. Nah,
semoga artikel tentang pembuatan
pestisida alami ini
dapat membantu memecahkan persoalan
Anda (petani)
dalam melindungi kebun (lahan
pertanian) sekaligus
keluarga.
Mimba (Azadiracta indica)
Cara pembuatannya dapat dilakukan
dengan mengambil 2
genggam bijinya, kemudian ditumbuk.
Campur dengan 1
liter air, kemudian diaduk sampai
rata. Biarkan
selama 12 jam, kemudian disaring.
Bahan saringan
tersebut merupakan bahan aktif yang
penggunaannya
harus ditambah dengan air sebagai
pengencer.
Cara lainnya adalah dengan
menggunakan daunnya
sebanyak 1 kg yang direbus dengan 5
liter air.
Rebusan ini diamkan selama 12 jam,
kemudian saring.
Air saringannya merupakan bahan pestisida
alami yang
dapat digunakan sebagai pengendali
berbagai hama
tanaman.
Tembakau (Nicotium tabacum)
Tembakau diambil batang atau daunnya
untuk digunakan
sebagai bahan pestisida alami.
Caranya rendam batang
atau daun tembakau selama 3 - 4
hari, atau bisa juga
dengan direbus selama 15 menit.
Kemudian biarkan
dingin lalu saring. Air hasil
saringan ini bisa
digunakan untuk mengusir berbagai
jenis hama tanaman.
Tuba, Jenu (Derriseleptica)
Bahan yang digunakan bisa dari akar
dan kulit kayu.
Caranya dengan menumbuk bahan
tersebut sampai
betul-betul hancur. Kemudian campur
dengan air untuk
dibuat ekstrak. Campur setiap 6
(enam) sendok makan
ekstrak tersebut dengan 3 liter air.
Campuran ini
bisa digunakan untuk mengendalikan
berbagai jenis hama
tanaman.
Temu-temuan (Temu Hitam, Kencur,
Kunyit)
Bahan diambil dari rimpangnya, yang
kemudian ditumbuk
halus dengan dicampur urine (air
kencing) sapi.
Campuran ini diencerkan dengan air
dengan perbandingan
1 : 2 - 6 liter. Gunakan untuk
mengendalikan berbagai
jenis serangga penyerang tanaman.
Kucai (Allium schonaoresum)
Kalau menggunakan kucai, cara
meramunya adalah dengan
menyeduhnya, yang kemudian
didinginkan. Kemudian
saring. Air saringannya ini mampu
untuk memberantas
hama yang biasanya menyerang tanaman
mentimun.
Bunga Camomil (Chamaemelum spp)
Bunga yang sudah kering diseduh,
kemudian dinginkan
dan saring. Gunakan air saringan
tersebut untuk
mencegah damping off atau penyakit
rebah.
Bawang Putih (Allium sativum)
Bawang putih, begitu juga dengan
bawang bombai dan
cabai, digiling, tambahkan air
sedikit, dan kemudian
diamkan sekitar 1 jam. Lalu berikan
1 sendok makan
deterjen, aduk sampai rata, dan
kemudian ditutup.
Simpan di tempat yang dingin selama
7 - 10 hari. Bila
ingin menggunakannya, campur ekstrak
tersebut dengan
air. Campuran ini berguna untuk
membasmi berbagai
hama tanaman, khususnya
hortikultura.
Abu Kayu
Abu sisa bakaran kayu ditaburkan di
sekeliling
perakaran tanaman bawang bombay, kol
atau lobak denga
tujuan untuk mengendalikan root
maggot. Abu kayu ini
bisa juga untuk mengendalikan
serangan siput dan ulat
grayak. Caranya, taburkan di
sekeliling parit
tanaman.
Mint (Menta spp)
Daun mint dicampur dengan cabai,
bawang daun dan
tembakau. Kemudian giling sampai
halus untuk diambil
ekstraknya. Ekstrak ini dicampur
dengan air
secukupnya. Dari ekstrak tersebut
bisa digunakan
untuk memberantas berbagai hama yang
menyerang
tanaman.
Kembang Kenikir (Tagetes spp)
Ambil daunnya 2 genggam, kemudian
campur dengan 3
siung bawang putih, 2 cabai kecil
dan 3 bawang
bombay. Dari ketiga bahan tersebut
dimasak dengan air
lalu didinginkan. Kemudian tambahkan
4 - 5 bagian
air, aduk kemudian saring. Air
saringan tersebut
dapat digunakan untuk membasmi
berbagai hama tanaman.
Cabai Merah (Capsium annum)
Cara pembuatannya dengan
mengeringkan cabai yang basah
dulu. Kemudian giling sampai menjadi
tepung. Tepung
cabai tersebut kalau dicampur dengan
air dapat
digunakan untuk membasmi hama
tanaman.
Sedudu
Sedudu (sejenis tanaman patah
tulang) diambil
getahnya. Getah ini bisa dimanfaatkan
untuk
mengendalikan berbagai hama tanaman.
Kemanggi (Ocimum sanetu)
Cara pembuatannya: kumpulkan daun
kemangi segar,
kemudian keringkan. Setelah kering,
baru direbus
sampai mendidih, lalu didinginkan
dan disaring. Hasil
saringan ini bisa digunakan sebagai
pestisida alami.
Dringgo (Acarus calamus)
Akar dringgo dihancurkan sampai
halus (menjadi
tepung), kemudian dicampur dengan
air secukupnya.
Campuran antara tepung dan air
tersebut dapat
digunakan sebagai bahan pembasmi
serangga.
Tembelekan (Lantara camara)
daun dan cabang tembelekan
dikeringkan lalu dibakar.
Abunya dicampur air dan dipercikkan
ke tanaman yang
terserang hama, baik yang berupa
kumbang maupun
pengerek daun.
Rumput Mala (Artimista vulgaris)
Caranya bakar tangkai yang kering
dari rumput
tersebut. Kemudian manfaatkan asap
ini untuk
mengendalikan hama yang menyerang
suatu tanaman.
Tomat (Lycopersicum eskulentum)
Gunakan batang dan daun tomat, dan
dididihkan.
Kemudian biarkan dingin lalu saring.
Air dari
saringan ini bisa digunakan untuk mengendalikan
berbagai hama tanaman.
Gamal (Gliricidia sepium)
Daun dan batang gamal ditumbuk, beri
sedikit air lalu
ambil ekstraknya. Ekstrak daun segar
ini dan batang
gamal ini dapat digunakan untuk
mengendalikan berbagai
jenis hama tanaman, khususnya jenis
serangga.
Bunga Mentega (Nerium indicum)
Gunakan daun dan kulit kayu mentega
dan rendamlah
dalam air biasa selama kurang lebih
1 jam, kemudian
disaring. Dari hasil saringan tadi
dapat digunakan
untuk mengusir semut.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar